Lounge, solusi praktis anti boring saat delay

Apa yang anda rasakan saat alami penundaan penerbangan (flight delay) hingga berjam-jam? Pasti jengkel, bosan, lelah (padahal gak ngapa-ngapain ya) dan bad mood. Sama, saya juga demikian. Saya alami hari ini saat penerbangan saya dari Denpasar ke Labuan Bajo ditunda karena cuaca buruk.

Memang ada kompensasi berupa makanan (kecil atau besar, tergantung lama delay) bahkan voucher sebesar Rp 300.000,- per empat jam keterlambatan. Tapi tetap rasa tidak nyaman itu akan ada. Tiket yang sudah dibeli tentu juga tidak mungkin diuangkan kembali bukan?

Saya mencoba menyikapi "nasi sudah menjadi bubur" ini dengan menjadikan "bubur" itu selezat mungkin. Bagaimana caranya? Cari bumbu yang pas! Buat saya, "bumbu" tersebut adalah executive lounge.

Di bandara Ngurah Rai yang serba "wah" ternyata jika cermat banyak promo menarik. Dengan menunjukkan logo salah satu operator seluler maka saya hanya membayar separuh harga dari entrance fee ke lounge tersebut. Dan inilah salah satu pembelanjaan Rp 45.000,- terbaik saya sejauh perjalanan ini.

Di lounge ini, saya menunggu selama 3 jam 45 menit. Ada sofa bahkan kursi electric massage yang cukup nyaman. Ada koneksi internet yang cepat dan nyaman. Juga fasilitas toilet, mushalla dan tentu aneka kue dan minuman yang cukup lezat.

Berangkat masih cukup pagi, sekitar pukul 7, tentu urusan "ke belakang" dan sarapan menjadi tidak terakomodasi dengan baik. Kelihatan sepele, tapi mengganggu lho sebenarnya. Saya jadikan fasilitas di lounge ini untuk akomodasikan kebutuhan "primer" saya. Sesudahnya saya pun dapat melaksanakan ibadah shalat sunnah di mushalla yang bersih dan nyaman.

Mengurangi kebosanan, aneka bacaan yang baru dan televisi dengan multi channel relatif menghibur. Namun saya lebih suka manfaatkan waktu dengan mengisi baterai telepon genggam dan berselancar di internet. Cukup produktif, dalam 2 jam saya isi penuh baterai seluruh telepon saya dan baterai cadangan, serta lakukan beberapa aktivitas di internet.

Tidak terasa, petugas lounge ingatkan bahwa saya harus check in.

Saya rasa kiat ini dapat kawan-kawan terapkan juga saat lakukan perjalanan dan terkena delay.

Have a nice trip!

On twitter @katjoengkampret | katjoengkampret@aol.com
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Read Users' Comments (0)

Backpacking Trip Mancanegara Untuk Pemula (1)


Selamat Pagi kawan-kawan ! Mendung di luar sana tapi tetap semangat menatap akhir minggu.

Beberapa hari lalu saya tergelitik dengan pertanyaan seorang kawan via SMS : "Mas, kalau saya mau mulai hobby baru, backpack traveling ke mancanegara dengan budget terbatas, ada saran atau prioritas gak ?". Aneh juga ya, masa mau traveling harus pakai prioritas ? Tapi saya pikir, mungkin maksudnya adalah daerah tujuan yang sifatnya "wajib". Okelah... saya mulai memutar otak juga. Jawaban yang benar atau salah tentu tidak ada dan semua jawaban akan dikembalikan kepada minat dan preferensi masing-masing, namun saya coba beri jawaban. Saya akan share mengenai pemikiran saya akan hal tersebut.

Pada umumnya, isu pertama backpack traveling adalah budget. Dan sebagai orang yang bekerja, tentu ada batasan masa cuti sehingga daerah tujuan harus mampu dijelajahi dengan nyaman pada kurun waktu yang terbatas. Ketiga, sebagai pemula, tentu kawan saya ini harus diberikan alternatif tujuan perjalanan yang memiliki infrastruktur yang memadai agar pengalaman pertamanya mengasyikkan dan tetap menantang semangat berjalan-jalannya.

Pilihan pertama saya jatuh pada Singapura. Ada lima alasan mengapa Singapura saya pilih sebagai tujuan pertama :
  1. Singapura mudah dijangkau dari Indonesia. Bukan hanya dari Jakarta, tetapi penerbangan langsung pun ada dari Medan, Denpasar, Lombok, Surabaya dan Jogjakarta. Pilihan maskapai dan rentang kelas serta tarif pun beragam. Bahkan bisa pula dicapai lewat perjalanan campuran laut dan udara melalui Batam. Ini tentu memberikan kemudahan pertama : transportasi yang mudah, murah, banyak pilihan, jadwal yang tersedia cukup banyak, dan titik tolak yang juga fleksibel dari berbagai kota besar di Indonesia.
  2. Singapura memiliki tingkat keamanan dan kenyamanan yang luar biasa tinggi. Hal ini wajar karena tingkat kedisiplinan yang tinggi dari para warganegara dan pengelola negaranya. Imbasnya, pendatang pun harus menyesuaikan diri. Maka, bisa dipastikan negara kota ini bersih, aman, nyaman dan mudah dijelajahi, terutama bagi seorang pemula.
  3. Singapura memiliki area cakupan yang kecil dan mudah dijelajahi. Percaya atau tidak, negara ini cuma seukuran DKI Jaya, dan paling-paling cuma terpakai 60%-nya saja. Maka, bisa dibilang sentra aktraksi untuk dijelajahi cuma ada di 5 sentra saja dengan cakupan kira-kira seukuran Jakarta Pusat. Ini memudahkan kita untuk berkelana dari satu spot ke spot lain, karena dekat. Dan ketersediaan transportasi juga mengagumkan dari aspek tertib dan nyamannya. Bisa pilih bus, taksi, mobil sewaan, sepeda kayuh sewaan, sepeda motor sewaan dan MRT. Jalan kaki pun cukup mengasyikkan lho !
  4. Singapura memiliki aspek familiarity untuk lifestyle, bahasa dan makanan. Jangan main-main loh soal ini. Kita gak mungkin kan andalkan junk food terus ? Singapura memiliki opsi makanan seperti di negara kita sendiri : Melayu, Indonesia, Cina, Western, Jepang, India dan Arab. Cukup ke sentra penjualan makanan atau ke foodcourt, kalau cuma cari sate, nasi goreng, rendang atau gulai, bukan hal besar koq. Masalah lifestyle juga relatif sama, toh kita cukup toleran dan familiar dengan pengaruh budaya Melayu, India dan Cina bukan ? Bahasa pun juga bukan hal besar di sana, Inggris yang kacau pun pasti akan dimaafkan karena mereka pun terkenal dengan "SingLish" (Singaporean English) yang aujubilah ngaco dan mumetnya.. serba campur-campur...
  5. Singapura dapat dijadikan referensi atau pijakan (hub) saat akan melakukan perjalanan berikutnya. Singapore adalah hub utama di Asia Tenggara. Perjalanan ke Jepang, Korea, Cina, Eropa, Amerika Serikat, Hong Kong, Timur Tengah, Australia, rata-rata menggunakan Singapura sebagai hub. Jika kita sudah akrab dengan Singapura, lebih mudah untuk kita untuk lanjutkan angan-angan dan rencana kita untuk berkelana ke area lain, termasuk ke aneka negara Asia Tenggara lainnya. Bahkan untuk ke Thailand dan Malaysia, kita bisa bertolak dari Singapura dengan transportasi darat (bus dan kereta api).

Berikutnya, kita akan bahas di tulisan lain edisi lanjutan dari tulisan ini mengenai pilihan daerah tujuan lain untuk backpacker pemula ke mancanegara. OK ?

Read Users' Comments (0)

Foto-foto keindahan pantai di Lombok





Read Users' Comments (0)

Jelajah Tiga Gili Di Akhir Minggu Bersama Rekan Sekantor


Wisata akhir minggu ke obyek wisata favorit di Pulau Lombok : Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air ; dengan grup kecil rekan sekantor atau rekan sepermainan atau rekan kuliah, cocok untuk 10-12 orang dengan harga terjangkau, hanya Rp 995.000,- per orang untuk paket perjalanan 4 malam.

Itinerary (direkomendasikan berangkat Kamis sore/malam, sehingga cukup cuti kerja/kuliah 1 hari saja di hari Jumat) :

Kamis : kedatangan di sore/malam hari di Bandara Internasional Lombok, penjemputan oleh Tour Leader dan check in di homestay di wilayah kota Mataram

Jumat : menuju pelabuhan Bangsal untuk menyeberang ke Gili Trawangan, melalui jalur pantai Mangsit, Meninting dan Malimbu yang berkelok-kelok indah. Menyeberang ke Gili Trawangan (+/- 45 menit) dan check in di homestay. Melanjutkan dengan Glass Bottom Boat Trip hingga sore hari, termasuk kunjungan ke Gili Meno dan Gili Air, serta sejumlah snorkeling spot yang menarik. Menyaksikan sunset di sisi lain pulau di petang hari. Acara bebas di sore dan malam hari.

Sabtu : Acara bebas di Gili Trawangan di pagi hari. Check out dan siang hari berpindah ke Gili Air. Acara bebas di Gili Air.

Minggu : Check out dan kembali ke Lombok, melanjutkan ke desa Senaru untuk istirahat, makan siang dan persiapan untuk waterfalls walk, mengunjungi dua air terjun yang indah di sekitar desa Senaru. Kembali ke Mataram di sore hari untuk check in di homestay dan makan malam menu khas Lombok (opsional) : Ayam Taliwang atau Seafood Barbecue Bumbu Lokal.

Senin : Pagi sekali sebelum subuh penjemputan di homestay menuju Bandara Internasional Lombok. Akhir dari trip.

Biaya termasuk : penginapan di homestay (triple sharing/twin sharing sesuai ukuran kamar), penjemputan dan pengantaran dari domisili di Mataram ke/dari Bandara Internasional Lombok, Guide dan Tour Leader, tiket masuk Taman Nasional, Kendaraan Tour berpendingin udara, Lunch Pack untuk tiga hari (Jumat, Sabtu dan Minggu), aneka sewa dan charter boat, peralatan snorkeling dan jaket pelampung.

Biaya tidak termasuk : tiket menuju dan dari Lombok, pengeluaran pribadi, biaya aktivitas di luar itinerary, makan malam, makan pagi (kecuali disediakan dari pihak akomodasi).

on twitter @jalanjalanseru | jalanjalanseru@gmail.com | YM : jalanjalanseru

Read Users' Comments (0)

30 Hal Yang Harus Dikunjungi dan Dinikmati di Lombok

01) Bandara Internasional Lombok
02) Pantai Senggigi
03) Gili Trawangan
04) Gili Meno
05) Gili Air
06) Gili Nanggu
07) Pantai Kuta dan Tanjung Aan
08) Tanjung Ringgit dan Ekas
09) Gunung Rinjani
10) Lembah Sembalun
11) Desa Senaru dan Air Terjunnya
12) Ayam Taliwang Asli
13) Sate Lilit dan Sate Ikan
14) Aneka Olahan Rumput Laut
15) Aneka Madu Putih dan Hitam
16) Makanan Laut
17) Tenun dan Songket
18) Kerajinan Mutiara
19) Kompleks Taman Narmada
20) Kompleks Pura Lingsar
21) Kompleks Taman Air Mayura
22) Jalur Malimbu-Mangsit-Meninting
23) Hutan Kera Baun Pusuk
24) Pantai Mawun dan Pengantap
25) Desert Point (Bangko-Bangko)
26) Desa Sade Tradisional Sasak
27) Pusat Kerajinan Desa Sukarara
28) Pusat Gerabah Banyumulek
29) Night View Pelabuhan Lembar
30) Pantai Sekotong

Info lebih lanjut : TRAVELOMBOK
travelombok.com@gmail.com
Follow on twitter @travelombok


JalanJalanSeru®|www.jalanjalanseru.com
Mau Yang Seru Gak Harus Mahal Kaaan..?

Read Users' Comments (0)

Exploring Java-Bali-Lombok in 2 weeks

Day 01 : arrival in Jakarta ; check in @ chosen hotel, grand indonesia complex visit

Day 02 : national museum, old city walk, national monument, dufan

Day 03 : trip to bogor & bandung, bogor botanical garden, to bandung via puncak, culinary and shopping walks

Day 04 : visit geological museum, visit gedung sate, visit bosscha observatorium, lembang dairy and strawberry farm, back to Jakarta via Cipularang

Day 05 : flight to Jogja, check in @ chosen hotel, kraton and taman sari visit, prambanan temple visit

Day 06 : borobudur complex visit, afternoon flight to denpasar, check in @ chosen hotel

Day 07 : jatiluwih, bedugul, ulun danu, taman ayun, tanah lot temple

Day 08 : batubulan, barong dance, ubud and monkey forest, kintamani and lake batur, sanur night performance

Day 09 : half day at hotel (AM), after lunch to visit GWK complex, uluwatu temple complex, dreamland beach and dinner at jimbaran bay

Day 10 : boat transfer to Gili Trawangan, check in @ chosen accommodation, glassbottom boat trip

Day 11 : in Gili Trawangan

Day 12 : to Lombok mainland, stay in Senaru village, visit Senaru waterfalls

Day 13 : to Sembalun valley and Kuta beach, stay overnight in Kuta beach

Day 14 : to Mataram, fly back via Singapore

Contact Us : BALIPADI
Website : www.balipadi.com
E-mail : info@balipadi.com
Follow on twitter @balipadi

balipadi.com|+6285881388895 - +6287881388895
twitter: @balipadi|YM: balipadi|BB PIN: 224D4E41

Read Users' Comments (0)

Menjelajah Keindahan Bahari Pulau Pari




Posted by: "Sutanto" tanto@mediapalette.dentsu.co.id
Tue Jun 28, 2011 1:59 am (PDT)

Menjelajah Keindahan Bahari Pulau Pari
KOMPAS, Selasa, 28 Juni 2011

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Perahu nelayan yang bersandar di pelabuhan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (25/6/2011). Pulau Pari merupakan bagian dari 12 pulau dari kelurahan Pari yang berpenghuni 789 jiwa dengan mata pencarian 90 persen sebagai nelayan, pulau tersebut juga menawarkan potensi keindahan alam bahari seperti pantai pasir putih dan terumbu karang.
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Keindahan pemandangan pantai Pasir Putih Perawan, Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (25/6/2011). Pulau Pari merupakan bagian dari 12 pulau dari kelurahan Pari yang berpenghuni 789 jiwa dengan mata pencarian 90 persen sebagai nelayan, pulau tersebut juga menawarkan potensi keindahan alam bahari seperti pantai pasir putih dan terumbu karang.
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Keindahan pemandangan terumbu karang yang terdapat di kawasan perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (26/6/2011). Pulau Pari merupakan bagian dari 12 pulau dari kelurahan Pari yang berpenghuni 789 jiwa dengan mata pencarian 90 persen sebagai nelayan. Pulau tersebut juga menawarkan potensi keindahan alam bahari seperti pantai pasir putih dan terumbu karang.
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHISejumlah anak tertawa ceria saat merawat pohon mangrove yang terdapat di kawasan ekowisata Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, Jakarta, Sabtu (25/6/2011). Penanaman dan pemeliharaan mangrove di kawasan tersebut mencapai 700 meter yang telah ditanam sejak tahun 2006 untuk menahan abrasi pasir laut serta memelihara ekosistem laut.

TERKAIT:
a.. Dari Patung Dirgantara sampai Jangkar
b.. Yuk ke Festival Kota Buah Mekarsari...
c.. Tips Wisata Belanja di Jakarta
d.. Yuk, Ikut Pelesiran Tempo Doeloe...

KISAH tentang Pulau Pari berawal dari sebuah keluarga yang melakukan perjalanan menggunakan perahu cadik ke sebuah pulau dengan tujuan untuk melarikan diri dari diberlakukannya kebijakan pemerintah Belanda yang memaksa warga untuk ikut dalam kerja paksa. Pulau tersebut kini dikenal dengan nama Pulau Pari. Pulau Pari terdapat di kawasan perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Cerita itu banyak menginspirasi warga ibu kota untuk melakukan perjalanan ke sejumlah pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu, untuk sejenak lari dari kepenatan akan padatnya rutinitas kerja. Pulau Pari memang tidak setenar pulau lainnya seperti Pulau Tidung, Pulau Bidadari, Pulau Pramuka atau Pulau Wira.

Sedikitnya info mengenai Pulau Pari masih menjadi faktor para wisatawan untuk singgah ke pulau yang merupakan bagian dari 12 gugusan pulau di Kelurahan Pari yang memiliki luas total 94.5 hektar. Pulau Pari memliki luas 42 hektar yang dihuni kurang lebih 789 jiwa dengan mata pencaharian mayoritas warganya sebagai nelayan tangkap, budidaya serta rumput laut.

Sedikitnya wisatawan yang berkunjung ke pulau juga terkendala oleh minimnya transportasi yang langsung menuju pulau tersebut, kecuali dari Rawasaban Tangerang ataupun dari Marina, Ancol dengan jumlah penumpang yang terbatas. Sebagai alternatif wisatawan dapat memilih rute perjalanan menuju Pulau Pari dengan menaiki perahu bermotor dari arah Muara Angke yang menuju Pulau Tidung.

Tidak adanya kapal bermuatan banyak yang langsung menuju Pulau Pari, membuat wisatawan harus transit di tengah laut untuk dioper ke sebuah perahu kayu untuk melanjutkan perjalanan menuju pulau Pari. Setibanya di pulau yang asri ini, wisatawan akan disambut dengan pemandangan yang memikat, hamparan pasir putih yang masih perawan serta riak-riak air yang menenangkan.

Pulau Pari juga tidak hanya sebagai tempat berlibur, tetapi pulau ini merupakan ekowisata tempat bernaungnya hutan mangrove yang merupakan ciri khas pulau ini. Wisatawan dapat memperoleh penjelasan tentang ekosistem yang ada di Pulau Pari dari para peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) ataupun dari para guide yang berasal dari pemuda Karang Taruna pulau Pari. Bahkan wisatawan dapat melihat maupun berperan serta langsung dalam pemeliharaan mangrove seperti yang dilakukan anak-anak penghuni pulau ini.

Siang itu sekelompok bocah Pulau Pari tampak bercanda ria merawat pohon mangrove yang ditanam pada tahun 2006, sepanjang hampir 700 meter di salah satu gugusan pantai pulau tersebut. Menyadari pentingnya fungsi mangrove yang berguna mencegah abrasi dan melindungi ekosistem laut, kebanyakan anak-anak penghuni pulau meluangkan waktu dengan merawat dan membersihkan mangrove dari sampah dan kotoran lainnya sembari bermain di laut.

Kegiatan ini sangat menyenangkan karena menjadi wahana bersosialisasi sekaligus belajar langsung merawat lingkungan. Potensi bahari Pulau Pari yang patut dinikmati wisatawan selanjutnya adalah wisata terumbu karang indah yang berhias bermacam ikan-ikan cantik.

Ada tiga spot snorkeling yang menjadi andalan Pulau Pari seperti Karang Kapal, Area Perlindungan Laut dan Bintang Rama. Dengan merogoh kocek sekitar Rp 35.000 wisatawan dapat melakukan snorkeling atau selam dangkal di kedalaman laut yang jernih pada salah satu spot tersebut. Pemandangan tersebut dapat menjadi surga dunia bagi wisatawan penggemar snorkeling.

Setelah menikmati rindangnya hutan mangrove dan menjelajah terumbu karang, wisatawan dapat beristirahat sembari menikmati hangatnya suasana matahari tenggelam atau sunset dipantai Pasir Perawan. Langit dengan semburat cahaya kemerahan diiringi pemandangan perahu kayu para nelayan usai pulang memancing menjadi penyempurna liburan singkat di Pulau Pari. (Banar Fil Ardhi | I Made Asdhiana)


Read Users' Comments (0)